Jumat, 29 April 2011

Passive dan Active


Al Faqih Warsono

Syarat kalimat aktif dalam bahasa Inggris adalah :

  • Subjek + predikat +objek [+keterangan]
  • Jika predikat menggunakan “to be”, maka kata kerja (verba)nya berakhiran “ing”
    Contoh: I am making cake, Hudaya is making cake, You are making cake.
  • Jika predikat menggunakan verba 1, maka:
    I make cake, Hudaya makes cake, You make cake
  • Jika predikat menggunakan verba 2, maka:
    I made cake, Hudaya made cake, You made cake
  • Jika predikat menggunakan verba 3, maka:
    I have made cake, Hudaya have made cake, You have made cake
  • Jika predikat menggunaka bentuk modals, maka verbanya menggunakan verba 1
    I will make cake, Hudaya can make cake, You should make cake

    Catatan: bentuk verba2 dan verba 3 dari kata “make” adalah sama yaitu “made”.

Syarat kalimat pasif dalam bahasa Inggris adalah :

  • Subjek+be+verba 3
    The cake is made [by me] (kue dibuat [oleh saya]). Pada waktu sekarang.
    The cake was made [by me] (kue dibuat [oleh saya]). Pada waktu lampau.
  • Subjek+be+being+verba 3
    The cake is being made [by me] (kue sedang dibuat [oleh saya]). Pada waktu sekarang.
    The cake was being made [by me] (kue sedang dibuat [oleh saya]). Pada waktu lampau.
  • Subjek+have/has/had+been+verba 3
    The cake has been made [by me] (kue telah dibuat [oleh saya]). Pada waktu sekarang.
    The cake had been made [by me] (kue telah dibuat [oleh saya]). Pada waktu lampau.
  • Subjek+modals+be+verba 3
    The cake will be made [by me] (kue akan dibuat [oleh saya]). Pada waktu sekarang/pada waktu akan datang.
    The cake should be made [by me] (kue seharusnya dibuat [oleh saya]). Pada waktu sekarang/pada waktu akan datang.

Beberapa cara mengubah kalimat aktif ke dalam kalimat pasif:

Kalimat aktif menggunakan pola : Subjek+Predikat+Objek

Sedangkan kalimat pasif menggunakan pola : Objek+be+verba3+[by Subject].

1. Aktif : Mr. Jack painted the wall blue. (Pak Jack mengecat tembok itu menjadi biru)
Pasif : the wall was painted blue [by him]. Tembok itu dicat biru [olehnya].
Catatan: pada kalimat aktif, painted = verba 2, yakni lampau. Maka pasifnya menggunakan pola Subjek+be+verba 3, dengan “be” yaitu “was” sebagai pengganti “is”. Ingat Mr Jack = he (dia laki-laki), dan “he” pasangan “be”nya adalah “is”.
”is, am, are” untuk waktu sekarang, dan “was, were” untuk waktu lampau.

2. Aktif : Lia and Toni are drawing a big picture. (Lia dan Toni sedang menggambar lukisan yang besar)
Pasif : The big picture is being drawn by them. (Lukisan yang besar sedang digambar oleh mereka)
”To be” pada kalimat aktif berbeda dengan pada kalimat pasif, karena subjeknya berbeda. Pada kalimat aktif Subjeknya Lia and Toni, yaitu they jadi “to be”nya “are”, sedang pada kalimat pasif, subjeknya adalah objek kalimat aktifnya, yaitu the big picture, bendanya hanya satu jadi sama dengan “it” yang “to be”nya adalah “is”.

3. Aktif : The boys play football in the school yard (anak-anak bermain bola sepak di halaman sekolah)
Pasif : The football is played [by the boys] in the school yard. (bola sepak dimainkan oleh anak-anak di halam sekolah).
Bandingkan dengan “is” pada nomor (2) di atas.

4. Aktif : An architect will build a skyscraper this year. (Arsitek akan membangun sebuah gedung pencakar langit tahun ini)
Pasif : A skyscraper will be built [by an architect] this year. (gedung pencakar langit akan dibangun [oleh arsitek] tahun ini.
Pasif dari bentuk modals adalah modals+be+verba3. Bentuk ke3 dari “build” adalah “built”.

5. Aktif : The pupils have finished the task. (para siswa telah menyelesaikan tugas)
Pasif : The task has been finished [by the pupils]. (tugas telah diselesaikan [oleh para siswa]
Bentuk aktif dari present participle adalah “have/has+verba3”, dan untuk bentuk pasifnya adalah “have/has+been+verba3”. Namun bentuk “have” pada kedua kalimat di atas berbeda oleh karena subjeknya berbeda. Pada kalimat aktif, subjeknya the pupils (yaitu “jamak”) berarti “they”, sedang pada kalmat pasif, subjeknya adalah objek aktif “the task” (yaitu “tunggal”) berarti “it”
They (are)---they have, ingat “are” tidak berakhiran “s”
It (is)---------it has , ingat “is” berakhiran “s”, jadi have+[is] = menjadi “has”.

Catatan : kalimat pasif yang sudah jelas maksudnya, tidak perlu menngunakan subjek pelakunya, kecuali jika menimbulkan tanda Tanya dan membingungkan jika tanpa subjek pelaakunya.

Too


Al Faqih Warsono

Secara umum kata “too” digunakan sedikitnya dalam tiga tempat: (1) dengan kata sifat (adjective), (2) sebagai kata keterangan tingkat, dan (3) dengan /di akhir kalimat eliptik.

A. “Too” dengan Adjectives (kata sifat)

  1. “too” + kata sifat (adjective)

Kata “too” dalam konteks ini biasanya berarti “terlalu” dalam B. Indonesia.

    • You are too kind to me (Anda terlalu baik pada saya)
    • Jika kata “day” ditulis maka akan menjadi:
      It’s too cold a day. Dan jika kata “too” tidak dituliskan, maka akan menjadi:
      It’s a cold day (hari ini hari yang dingin)
    • You work too much (Anda terlalu banyak bekerja)
    • He drank too much beer last night. (Ia terlalu banyak minum bir semalam)
    • Kata “too much” tidak biasa ditulis sendirian setelah “to be [is, am, are, was, were, be]” sebagai complement of a noun (pelengkap kata benda), misalnya:
      The noise was too much, tetapi sebaiknya ditulis : There was too much noise. (terlalu banyak keributan)
    • You’ve bought too many tomatoes. (Kau membeli terlalu banyak tomat)

  1. “too” + adjective +to infinitive

Seperti pada poin (1) di atas, kata “too” memiliki arti “terlalu” … “untuk”…

    • Number 1 is too easy to do. (Nomor 1 terlalu mudah [untuk] dikerjakan)
    • My mother’s getting too old to travel. (Ibuku terlalu tua untuk bepergian)
    • The speech was too long to follow. (pidatonya terlalu lama [untuk] diikuti.

Jika kata “too” diganti dengan “enough”, maka penulisannya setelah kata sifat (adjective), misalnya:

    • Number 1 is easy enough to do. (Nomor 1 cukup mudah [untuk] dikerjakan)
    • My mother’s getting old enough to travel. (Ibuku cukup tua untuk bepergian)
    • The speech was long enough to follow. (pidatonya cukup lama [untuk] diikuti

Dapat juga diberi tambahan “for” (bagi), misalnya:

    • Number 1 is easy enough for me to do. (Nomor 1 cukup mudah bagi saya [untuk] dikerjakan)
    • It’s too heavy for you to lift. (Itu terlalu berat bagimu untuk diangkat).

B. “Too” Sebagai Adverb of degrees (kata keterangan tingkat)

Dalam konteks ini biasanya ditulis sesudah kata : little (sedikit), rather (agak), a lot / much (banyak), atau far (jauh), kata “too” di sini berarti “more” (lebih), mislnya:

· The soup’s a bit (a little) too salty for me. (sayur itu sedikit lebih asin buat saya).

· She’s rather too sure of herself. (ia agak lebih yakin pada dirinya)

· It’s much too cold. (hari banyak lebih dingin)

C. “Too” di Akhir kalimat , terutama eliptik.

1. di akhir kalimat/klausa.

Dalam hal ini “too” berarti “as well” (juga).

· She not only sings, she plays the piano too. (Ia tidak hanya nyanyi, ia juga main piano)

· I was in Germany last Summer too. (saya jua di Jerman musim Panas lalu)

· Nono is good at Computer too. (Nono juga pandai Komputer)

2. di akhir kalimat eliptik

· Other people teach skiing, and John does too. (Orang-orang mengajari bermain ski, begitu juga John)

· Aria : I have many pets at home, how about you?
Tris : me too
Eliptiknya adalah maksud Tris : I have many pets at home too. Sehingga kata “too” ditulis sesudah pronoun “me” pengganti “I”.

3. dalam kasus sesudah subjek. Pada kasus ini hanya kata “too” yang dapat dignakan, tidak dengan “as well”. Contoh:

· I, too, know where he is to be found. (saya juga tahu dimana dia ditemukan)

· Tidak bisa ditulis : I, as well, know where he is to be found.

Will, Shall, dan Be Going to


Al Faqih Warsono

Ketiga kata di atas merujuk pada bentuk future (waktu yang akan dating). Sebenarnya untuk menyatakan future, sturuktur yang digunakan bisa tiga macam, yaitu : (1) shall/will, (2) be going to, dan (3) present progressive (be+ V-ing ).

Ketiganya tidak memiliki makna yang sama persis, alias sedikit berbeda.

  1. Dalam kasus makna predicting (memprediksi), shall, will dan be going to memilki makna yang sama kecuali pada present progressive, seperti :

· I think it’ll rain this evening (saya kira akan turun hujan nanti sore) atau
I think it’s going to rain this evening.
tapi tidak pada kalimat: I think it’s raining this evening.
(karena “raining” di sinki berarti sedang turun hujan, bukan akan turun)

  1. Dalam kasus condition (mosalnya dengan “if”), shall dan will digunakan untuk predicting, tetapi tidak dengan bentuk “be going to”, seperti :

· If you come out for a walk, you’ll feel much better. (jika Anda keluar jalan-jalan, Anda akan merasa lebih baikan)
tapi tidak pada kalimat: If you come out for a walk, you’re going to feel much better.

  1. Dalam kasus membicarakan benda yang telah diputuskan/ditetapkan/direncanakan (present-future), “be going to” atau “present progressive” digunakan, tetapi tidak pada kalimat yang menggunakan “will/shall”. Misalnya:

· She’s going to have a baby in June. (Ia akan memiliki seorang bayi pada bulan Juni ini [ditetapkan oleh hasil pemeriksaan])
atau: She’s having a baby in June.
tapi tidak pada kalimat: She’ll have a baby in June.

· Where are you going for your holidays? Atau Where are you going to go for your holidays? (Kemana Anda akan [berencana] pergi pada liburanmu?)
tapi tidak pada kalimat: Where will you go for your holidays? (karena “will” di sini tidak berarti rencana).

· The Browns are coming to dinner. (Keluarga pak Brown akan dating ikut makan malam), (setelah menelpon sebelumnya)
tapi tidak pada kalimat: The Browns will come to dinner

· Tom’s getting his new glasses next week. (Tom akan mendapat kaca mata barunya minggu depan) (setelah pemeriksaan dan memilih bentuknya)

  1. Dalam kasus berbicara tentang hal yang dapat kita lihat sekarang atau pasti terjadi, kita menggunakan “be going to”, seperti :

· Look, It’s going to rain (lihat, hari akan turun hujan)

· We’re going to crash! (Kita akan bertabrakan) (kata kita di sini bedara dalam sebuah kendaraan [mobil, kapal, pesawat])

  1. Dalam kasus membicarakan tindakan yang akan dilakukan pada waktu kini, bila kita memutuskan melakukannya, kita biasa menggunalan “will” (biasanya dengan bentuk singkatan ‘ll), misalnya:

· I’m tired. I think I’ll go to bed. (Saya letih. Saya kira perlu tiduran)

· “Come to supper”. “Ok, thanks, I’ll bring a bottle”. (“Ikutlah makan malam”, “OK, terima kasih, nanti saya bawa botol minuman”)

· Look! She’s wearing my coat. I’ll kill her. (Lihat! Dia pakai jas saya. Nanti saya bunuh dia)

· I promise I’ll pay you back. (saya janji akan bayar kembali uang kamu)

  1. Dalam kasus membuat keputusan pada saat kita tengah membuatnya, biasanya kita menggunakan “will”. Sedangkan kata “shall” dalam hal ini jaran digunakan.

· The phone’s ringing. “I’ll answer it”. (telepon berdering. Saya akan menjawabnya)

· Tapi kita menggunakan “shall” jika kita “menanyakan putusan apa yang akan dibuat”.
What shall I do? (apa yang harus saya lakukan?)
Shall we tell her? (Haruskan saya beritahu dia?)

  1. Dalam kasus janji atau ancaman, biasanya menggunakan “will”, misalnya

· I promise I won’t get drunk again.( Saya janji tidak akan mabuk lagi)
tapi tidak pada kalimat: I promise I am not going to get drunk again

· I swear I’ll pay you back (saya sumpah akan bayar kembali padamu)

· I’ll hit you if you do that again. (saya sumpah akan pukul kau jika kau melakukannya lagi)

  1. Dalam kasus tawaran dan permohonan, biasanya menggunakan bentuka tindakan future bergantung pada tindakan yang diputuskannya, misalnya:

· Will you give me a hand? (maukah kau membantuku?) maksudnya tolong putuskan apakah mau membantu saya atau tidak?

· Are you going to give me a hand? (Apakah kau mau membantuku?) maksudnya apakah anda sudah memutuskan mau membantuku?

· “Shall” digunakan untuk untuk menawarkan sesuatu, dan “will” untuk memohon.
misalnya:
Shall I carry your bag? (bolehkah aku membawa tasmu?)
Will you get me a newspaper? (tolong ambilkan aku suratkabar?)

Sumber :
Michael Swan, Practical English Usage, 1980, Oxford University Press (OUP)

Marcella Frank, Modern English-a practical reference guide, 1972, Prenctice-Hall

Selasa, 26 April 2011

AND (Dan)

Al Faqih Warsono

Kata "and" dibaca weak (lemah) [ənd], [ən], atau [n]. Dalam bahasa Indonesia "dan". Juga dibaca strong (kuat) [ænd].
"And " digunakan untuk menyambung ungkapan-ungkapan yang secara gramatikal serupa, contohnya:
  • nouns (antara kata benda dan kata benda):
    bread and butter (roti dan mentega)
  • verbs (antara kata kerja dan kata kerja):
    They sang and danced all night (Mereka bernyanyi dan menari sepanjang malam)
  • clauses (antara anak kalimat dan anak kalimat):
    I went home and Sonia stayed at the station (Saya pulang dan Sonia tetap di stasiun)
Jika ada lebih dari dua ungkapan, biasanya kita menempatkan "and" hanya sebelum yang terakhir. Misalnya :

Kata benda : roti (bread), mentega (butter), keju (cheese).
Maka penulisannya : bread, butter and cheese. Atau butter, cheese and bread, dst.
Kata kerja : drank (minum), sang (menyanyi), danced (menari) pada kalimat.
Penulisannya : They drank, sang and danced all night. (Mereka minum, menyanyi dan berjoget sepanjang malam)
Klausa : Di dalam ruang keluarga, saya menjawab telepon, Irma menggambar, ibu menonton TV.
vocab :
di dalam ruang keluarga (In the living room)
saya menjawab telepon (I answered the phone)
Irma menggambar (Irma drew a picture)
ibu menonton TV (our mother watched TV)
Penulisannya : In the living room, I answered the phone, Irma drew a picture, and our mother watched TV.

Jika ungkapan-ungkapan dihubungkan dengan "and", maka biasanya kita menempatkan ungkapan yang paling pendek terlebih dahulu. Misalnya :

"cup" (3 huruf) dan "saucer" (6 huruf), maka penulisannya : cup and saucer.
"small" (5 huruf) dan "big" (3 huruf), maka penulisannya : big and small.
Kecuali bagi ungkapan-ungkapan yang sudah umum menjadi urutan tetap yang tidak dapat dirubah lagi, seperti :
"hands and knees" (tangan dan lutut), bukan "knees and hands" (lutut dan tangan)
"knife and fork" (pisau dan garpu), bukan "fork and knife"
"bread and butter" (roti dan mentega),
"men, women and children" (pria, wanita dan anak-anak).

A. Adjective in Attributive position (Kata sifat dalam posisi sbg Atribut)

Apabila adjectives (kata sifat) digunakan sebelum kata benda (noun), kadang-kadang adjectives itu digabungkan denga "and" dan kadang-kadang juga tidak, bergantung pada tipe adjective-nya. Sebagai contoh :
Kita bisa mengatakan: a big black insect, tapi bandingkan dengan : a black and yellow insect.
Dua adjectives yang pertama berbeda tipenya (1) sifat ukuran (2) sifat warna. sedangkan dua adjectives yang kedua sejenis tipenya (1) sifat warna dan (2) sifat warna.

Contoh lain :
  1. a tall, dark, handsome boy (anak yang tinggi, gelap dan tampan)
    kata sifat tidak sejenis: tall (ukuran), dark (warna), handsome (karakter)
  2. a small, shiny, black leather handbag (tas tangan, dari kulit berwarna hitam, mengkilat dan berukuran kecil)
    kata sifatnya juga tidak sejenis: small (ukuran), shiny (karakter), black (warna), leather (bahan)
  3. a yellow and black sports car (mobil balap berwarna gabungan kuning dan hitam)
    kata sifatnya sejenis: warna (color).
  4. a concrete and glass factory (pabrik kaca dan beton)
    kata sifatnya sejenis: bahan-bahan / matrial.

B. Adjective in Predicative position (Kata sifat dalam posisi sbg Predikat)

Sebagai predikat, karena diposisikan setelah subjek dan predikat. Predikat yang digunakan biasanya adalah be, seem, dan verba/kata kerja lain yang serupa, misalnya look, become. Dalam hal ini, kita biasa menempatkan "and" sebelum ungkapan yang terakhir.
Misalnya:

  1. He was tall, dark and handsome. (Dia itu tinggi, gelap dan tampan)
    Predikat yang digunakan adalah "was". dan "and" sebelum "handsome)
  2. You're like a winter's day: short, dark and dirty. (Kau seperti hari musim dingin: pendek, gelap dan kotor).
    predikat yang digunakan adalah "are". dan "and" ditulis sebelum "dirty".
Jika kedua ungkapan yang digabungkan dengan "and", maka kata-kata yang menyertai kedua ungkapan (misalnya artikel) dapat dibuang pada ungkapan yang keduanya.
Contoh :
  • the bread, the butter, ditulis menjadi : the bread and butter, meskipun boleh juga ditulis the bread and the butter.
  • in France, in Germany, ditulis menjadi : in France and Germany, meskipun boleh juga ditulis in France and in Germany.

"And" dapat digunakan untuk mengganti bentuk "infinitive" dengan "try, wait, go, come", dll.
Ini biasanya ditemukan dalam informal English. Kata "try and" biasa digunakan untuk menggantikan "try to". Misalnya:
  • Try and get some unsalted butter. Boleh juga : Try to get some unsalted butter.
    (Cobalah mencicipi mentega tawar)
  • I really must try and see Upin and Ipin this afternoon. Boleh juga: I really must try to see Upin and Ipin this afternoon.
    (Saya mesti mencoba melihat "Upin dan Ipin" nanti sore)
Karena fungsi "and" di sini menggantikan "to", dan setelah "to" diikuti kata kerja infinitive, maka setelah " and" juga harus diikuti infinitive. Sebegaimana sudah dijelaskan di atas bahwa "and" menghubungkan kata/ungkapan yang sejenis, maka ungkapan sebelum dan sesudah "and" juga harus sejenis.

Contoh:
Try and get this food.
Tidak boleh : Trying and get this food, atau Tries and get this food, atau Try and getting this food, atau Try and gets this food, yang berarti (Cobalah cicipi makanan ini).
Sebab : Trying, tries, getting dan gets bukanlah verba infinitive. Bnetuk infinitive-nya adalah:
try (dari "to try"), get (dari "to get").

"And" juga bisa berarti tujuan "untuk" jika diletaakkan setelah verba : come, go, run, hurry up, stay, stop, dan beberapa verba lain yang sejenis. Inipun ditulis dalam bentuk infinitive.

Contoh:
  • Come and have a drink. (Kemarilah (untuk) minum-minum)
  • Hurry up and get dressed. (Lekaslah (untuk) berdandan)
  • Stay dang have dinner. (Tinggallah (untuk) makan malam)
  • We ought to stop and think. (Kita mesti berhenti [sesuatu kegiatan] (untuk) berpikir
  • Would you go and tell the children to shut up? (Maukah kau pergi (untuk) memberi tahu anak-anak agar tidak ribut?)
Bagaimanapun, dalam American English (Bahasa Inggris Amerika), terutama dalam konteks informal, "and" tidak digunakan setelah "Go". Contoh;
Go jump in the river, yang berarti Go and jump in the river (Pergilah lalu lompat ke sungai)




s

Senin, 25 April 2011

Adjective and Adverb (Typical Mistakes)

Al Faqih Warsono

Adjective (Kata sifat), secara umum menjelaskan kata benda (nouns) yang menyertainya, sementara Adverb (kata keterangan), secara umum menjelaskan kata kerja (verbs) yang menyertainya.

Contoh:
  • Maria goes to school (Maria pergi ke sekolah), kata "to school" adalah adverb yang menjelaskan goes (pergi), bukan menerangkan Maria (sbg subjek/kata benda), jadi ke sekolah itu perginya, bukan Maria-nya.
    Bandingkan : Maria is beautiful (Maria cantik), kata "beautiful" jelas menerangkan Maria sbg subjek/kata benda, bukan "is" (adalah).
  • Maria is a beautiful girl (Maria adalah gadis yang cantik).
    Bandingkan dengan : Maria dresses beautifully.
    Pada kalimat (1), "beautiful" menjelaskan "girl" dari kelompok kata "a beautiful girl" (Gadis yang cantik), jadi "cantik" menjelaskan "gadis", dan Maria berlaku hanya sebagai subjek yang ditunjukkan dengan kata "girl" (gadis).
    Sedangkan kalimat (2) "beautifully" (dengan cantiknya) menerangkan "dresses" (berdandan), Jadi yang "cantik" adalah "Maria", dan yang "dengan cantiknya" adalah "berdandannya".
Perhatikan contoh kesalahan pemakaian keduanya:
  • She sang beautiful (Dia menyanyi cantik)
    Seharusnya : She sang beautifully (Dia menyanyi dengan cantiknya/indahnya)
  • I'm terrible tired (Saya ngeri capek)
    Seharusnya: I'm terribly tired (Saya sungguh capek)
Beberapa macam penggunaan Adjective (kata sifat):
  1. sebelum kata benda (noun), ini disebut atributif (atribut kata benda)
    # a beautiful song (lagu yang indah)
    # a tired expression (ungkapan yang lelah)
    # a typical Javanese (orang Jawa yang khas)
  2. sebagai kompelemen (pelengkap) kalimat, yaitu setelah : "is", "seems", dan beberapa kata kerja lainnya. Ini disebut predikatif (predikat kalimat)
    # She's beautiful (Dia cantik). "beautiful (cantik)" = predikat setelah "is",
    # He looks tired (Dia terlihat lelah). "tired (lelah)" = predikat setelah "looks", "looks" searti dengan "seems".
Beberapa macam penggunaan Adverb (kata keterangan):
  1. untuk menjelaskan kata sifat
    # I'm terribly tired (Saya sangat lelah). "terribly" menjelaskan "tired". "Tired" = kata sifat.
    # a typically English painter (pelukis Inggris yang khas). "typically = khas" menjelaskan English (inggris sbg kata sifat) yang menjelaskan "painter" (kata benda).
  2. untuk menjelaskan kataketerangan yang lain
    #He went terribly quickly (Dia pergi dengan sangat cepatnya). "terribly=sangat" menjelaskan kata keterangan quickly (dengan cepat) yang menerangkan kata kerja "went=pergi".
  3. untuk menjelaskan seluruh kalimat
    # Actually, I can't come. (sebenarnya, saya tidak bisa datang). "actually=sebenarnya" menjelaskan ketidakbisaan dia datang.
  4. untuk menjelaskan frasa preposisi (kelompok kata yang mengandung kata depan/preposisi).
    # You're completely out of your mind. (kamu sama sekali kehilangan akalmu). "completely=sama sekali" berkelompok dengan preposisi "out of mind".

"According to" dan "In opinion"

Al Faqih Warsono

Dalam beberapa kasus, masih banyak ditemui kesalahan penggunaan kedua istilah tersebut.
Kita menggunakan "according to" ("menurut ...") jika kita ingin mengatakan bahwa informasi kita berasal dari orang lain atau buku lain atau sumber lain, yang berarti sesuatu seperti : jika apa yang X katakan itu benar.

"According to" secara umum tidak digunakan dengan kata-kata seperti "view"(pandangan) atau "opinion" (pendapat). Sebaliknya, kita akan menggunakan kata "in ... 's view/opinion" sebagai pengganti "according to" itu.

Perhatikan contoh penggunaannya:

  • According to Mr. Nono, Islam means peace. (Menurut Pak Nono, Islam berarti kedamaian)
    Penggunaan yang salah : According to his opinion, Islam means peace. (Menurutnya, Islam berarti kedamaian).
  • According to the timetable, the train gets in at 7. (Menurut jadwal, Kereta api akan datang pada pukul 7)
    Penggunaan yang salah : According to me, the train gets in at 7. (Menurut saya, Kereta api akan datang pada pukul 7).
  • In my opinion, the rent's too high. (Menurut saya, sewanya terlalu tinggi)
    Penggunaan yang salah : According to me, the rent's too high. (Menurut saya, sewanya terlalu tinggi).
  • In his opinion, the success of exam is caused by the students' diligence and intelligence. (Menurut pendapatnya, keberhasilan ujian dipengaruhi oleh kerajinan dan kecerdasan siswa )
    Penggunaan yang salah : According to his opinion, the success of exam is caused by the students' diligence and intelligence. (Menurut pendapatnya, keberhasilan ujian dipengaruhi oleh kerajinan dan kecerdasan siswa ).

Nouns: Countable and Uncountable (Typical mistakes)

Al faqih Warsono

Nouns (kata benda) menurut sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu Countable (dapat dihitung) dan Uncountable (tidak dapat dihitung).

Terkadang orang kesulitan membedakan kata benda (nomina) yg dapat dihitung dengan yg tidak.

Perhatikan kesalahan penulisan berikut:
  • My father's in a very good health.
    "Health" (kesehatan) dianggap sebagai nomina yang dapat dihitung, sehingga diawali dengan kata "a" (sebuah).
    Padahal, "health" adalah kata benda yang tidak dapat dihitung. Tidak ada ungkapan "sebuah kesehatan" (?). Begitu juga tidak memiliki bentuk jamak "healths".
    vocab: health = kesehatan; very good = sangat bagus

    Kalimat di atas seharusnya : My father's in very good health. (Kesehatan ayah saya sangat prima).

  • We're having a terrible weather.
    Seperti halnya "health", "weather" juga teermasuk nomina yang tidak dapat dihitung, sehingga tidak semestinya diawali "a" atau bentuk jamak seperti "three weathers".
    vocab: have (having) = mempunyai; weather = cuaca; terrible = mengerikan

    Seharusnya: We're having terrible weather. (Kami tengah mengalami cuaca yang buruk)

  • I speak a very good English.
    "English" adalah nomina yang tidak dapat dihitung. Tidak ada "sebuah Bahasa Inggris".
    vocab: speak = bicara; very good = sangat bagus; English=Bahasa Inggris.

    Seharusnya: I speak very good English. (Saya bicara Bahasa Inggris sangat baik).

  • Can you give me an advice?
    Tidak ada "an advice" (sebuah nasehat), sulit menghitungnya karena "advice" adalah tergolong kata abstrak.
    vocab: give = memberi; advice = nasehat.

    Seharusnya :
    Can you give me some advice? (Dapatkah Anda memberiku beberapa nasehat?)

    Catatan: "some" dan "any" berarti beberapa, dapat dipakai untuk menghitung benda baik yang dapat dihitung maupun benda yang tidak dapat dihitung.
    Contoh:
    some books= beberapa buku (buku dapat dihitung),
    some sugar=beberapa gula (gula tidak dapat dihitung)

  • I need some informations.
    "Information" termasuk kata benda yang tidak dapat dihitung, inipun tergolong kata benda abstrak, sehingga tidak bisa dikatakan "beberapa informasi" dalam arti "informasi dihitung lebih dari satu".

    Yang betul adalah :
    I need some information
    (Saya butuh beberapa informasi).
    vocab: need =memerlukan/butuh; information =informasi.

    Kesalahan-kesalahan lain, misalnya:
  • four news (empat berita)
    seharusnya : four kinds of news (empat jenis berita), atau some news (beberapa berita)
    Catatan: "four kinds of news", "four" digunakan bukan untuk menghitung jumlah berita, tetapi jumlah jenis (berita)nya.
  • several knowledges (beberapa pengetahuan)
    seharusnya: some/any knowledge (beberapa pengetahuan), atau several branches of knowledge (beberapa cabang pengetahuan). "Several" biasa digunakan untuk menghitung benda yang dapat dihitung, misalnya "several minutes".
  • many hairs (banyak rambut)
    seharusnya: much hair (banyak rambut). "hair" tidak bisa dijamakkan (tidak bisa dihitung), meskipun memang rambut di kepala jumlahnya banyak/lebih dari satu helai.
  • two furnitures. (Dua perabot)
    "furniture" adalah kata umum, tidak bisa dibuat jamak. Termasuk "furniture" adalah chair, table, sofa, desk, cupboard, wardrobe, sideboard, dll. Kata-kata ini boleh dijamakkan menjadi four chairs, two tables, dll.
  • some researches. (beberapa penelitian)
    seharusnya : some research (beberapa penelitian), atau some researchers (beberapa orang peneliti), two types of research (dua tipe penelitian)