Jumat, 29 April 2011

Too


Al Faqih Warsono

Secara umum kata “too” digunakan sedikitnya dalam tiga tempat: (1) dengan kata sifat (adjective), (2) sebagai kata keterangan tingkat, dan (3) dengan /di akhir kalimat eliptik.

A. “Too” dengan Adjectives (kata sifat)

  1. “too” + kata sifat (adjective)

Kata “too” dalam konteks ini biasanya berarti “terlalu” dalam B. Indonesia.

    • You are too kind to me (Anda terlalu baik pada saya)
    • Jika kata “day” ditulis maka akan menjadi:
      It’s too cold a day. Dan jika kata “too” tidak dituliskan, maka akan menjadi:
      It’s a cold day (hari ini hari yang dingin)
    • You work too much (Anda terlalu banyak bekerja)
    • He drank too much beer last night. (Ia terlalu banyak minum bir semalam)
    • Kata “too much” tidak biasa ditulis sendirian setelah “to be [is, am, are, was, were, be]” sebagai complement of a noun (pelengkap kata benda), misalnya:
      The noise was too much, tetapi sebaiknya ditulis : There was too much noise. (terlalu banyak keributan)
    • You’ve bought too many tomatoes. (Kau membeli terlalu banyak tomat)

  1. “too” + adjective +to infinitive

Seperti pada poin (1) di atas, kata “too” memiliki arti “terlalu” … “untuk”…

    • Number 1 is too easy to do. (Nomor 1 terlalu mudah [untuk] dikerjakan)
    • My mother’s getting too old to travel. (Ibuku terlalu tua untuk bepergian)
    • The speech was too long to follow. (pidatonya terlalu lama [untuk] diikuti.

Jika kata “too” diganti dengan “enough”, maka penulisannya setelah kata sifat (adjective), misalnya:

    • Number 1 is easy enough to do. (Nomor 1 cukup mudah [untuk] dikerjakan)
    • My mother’s getting old enough to travel. (Ibuku cukup tua untuk bepergian)
    • The speech was long enough to follow. (pidatonya cukup lama [untuk] diikuti

Dapat juga diberi tambahan “for” (bagi), misalnya:

    • Number 1 is easy enough for me to do. (Nomor 1 cukup mudah bagi saya [untuk] dikerjakan)
    • It’s too heavy for you to lift. (Itu terlalu berat bagimu untuk diangkat).

B. “Too” Sebagai Adverb of degrees (kata keterangan tingkat)

Dalam konteks ini biasanya ditulis sesudah kata : little (sedikit), rather (agak), a lot / much (banyak), atau far (jauh), kata “too” di sini berarti “more” (lebih), mislnya:

· The soup’s a bit (a little) too salty for me. (sayur itu sedikit lebih asin buat saya).

· She’s rather too sure of herself. (ia agak lebih yakin pada dirinya)

· It’s much too cold. (hari banyak lebih dingin)

C. “Too” di Akhir kalimat , terutama eliptik.

1. di akhir kalimat/klausa.

Dalam hal ini “too” berarti “as well” (juga).

· She not only sings, she plays the piano too. (Ia tidak hanya nyanyi, ia juga main piano)

· I was in Germany last Summer too. (saya jua di Jerman musim Panas lalu)

· Nono is good at Computer too. (Nono juga pandai Komputer)

2. di akhir kalimat eliptik

· Other people teach skiing, and John does too. (Orang-orang mengajari bermain ski, begitu juga John)

· Aria : I have many pets at home, how about you?
Tris : me too
Eliptiknya adalah maksud Tris : I have many pets at home too. Sehingga kata “too” ditulis sesudah pronoun “me” pengganti “I”.

3. dalam kasus sesudah subjek. Pada kasus ini hanya kata “too” yang dapat dignakan, tidak dengan “as well”. Contoh:

· I, too, know where he is to be found. (saya juga tahu dimana dia ditemukan)

· Tidak bisa ditulis : I, as well, know where he is to be found.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar